WordPress Offline

Bagi Desainer web, membuat sebuah web offline di komputer sendiri adalah hal biasa. Kenyataan ini sangat bertolak belakang dengan pengetahuan pemula. Sebagian pemula belum mengetahui penggunaan weblog offline, dan menganggap bukan untuk dijadikan web sesungguhnya. Kenyataannya adalah sebuah web akan terbentuk dari hasil desain dikomputer sendiri. Hasil desain itu dapat dicoba dengan menggunakan server localhost yang terpasang di dalam computer desainer tersebut. Ada berbagai macam Server localhost yang tersedia (opensource), seperti phptriad, Xamp, Wamp, Lamp(linux) dan lain-lain. Pada kesempatan ini, akan dipaparkan langkah-langkah pembuatan blog offline dengan menggunakan WordPress versi 2.6.5. Pembuatan weblog offline ini menggunakan server localhost WAMP. Silahkan download pada Link berikut ini

Downloads Tulisan Lengkap : Worpress Offline

Seni Googling

Google merupakan sebuah perusahaan publik Amerika Serikat, berperan dalam pencarian Internet dan iklan online. Perusahaan ini berbasis di Mountain View, California, dan memiliki karyawan berjumlah 15.916 orang (30 September 2007). Misi Google adalah, “untuk mengumpulkan informasi dunia dan menjadikannya dapat diakses secara universal dan berguna.” Filosofi Google meliputi slogan seperti “Don’t be evil”, dan “Kerja harusnya menatang dan tantangan itu harusnya menyenangkan”, menggambarkan budaya perusahaan yang santai. Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ketika mereka masih mahasiswa di Universitas Stanford dan perusahaan ini merupakan perusahaan saham pribadi pada 7 September 1998. Penawaran umum perdananya dimulai pada tanggal 19 Agustus 2004, mengumpulkan dana $1.67 milyar, menjadikannya bernilai $23 milyar. Melalui berbagai jenis pengembangan produk baru, pengambil alihan dan mitra, perusahaan ini telah memperluas bisnis pencarian dan iklan awalnya hingga ke area lainnya, termasuk email berbasis web, pemetaan online, produktivitas perusahaan, dan bertukar video. Dengan sedikit trik, kamu bisa memanfaatkannya menjadi mesin pencari yang begitu berharga dan powerfull yang bisa kamu gunakan agar bisa menghemat waktu dan biaya. Jangan menilai dari tampilannya saja, google yang yang simpel, ternyata memiliki keunikan yang tidak banyak orang tahu dan menggunakannya, disini saya akan mencoba menjelaskan sedikit trik pemanfaatan Google sebagai mesin pencari. Baiklah sekian pendahuluan dari saya, karena mungkin kamu sudah tidak bersabar untuk mengetahui rahasia Googling yang saya sebut-sebut dari tadi. Saya berharap eBook ini bermanfaat bagi kamu khususnya saya sendiri. Terimakasih, Selamat membaca… Seni Googling

* Virtual Consulting * Blog Home * Twitter * Facebook Pemahaman Karakter Produk & Alokasi Budget Pemasaran Online

Saya baru saja membaca tulisan Brian Solis tentang promoted tweet. Artikel ini membahas mengenai Twitter yang mengeluarkan promoted Tweet, dengan menangkap peluang bagaimana konsumen menggunakan Twitter, dalam istilah Brian Solis berdasarkan Interest Graph.

Tulisan Brian Solis ini kemudian memicu pemikiran lebih jauh,  bagaimana seharusnya kampanye sebuah brand membagi alokasi budget iklannya di berbagai pilihan channel Targeted Ad yang ada saat ini, sesuai dengan karakter brand. Apa itu Targeted Ad? Mengutip dari Wikipedia, ini adalah tipe iklan dimana pengiklan bisa menjangkau konsumen  berdasarkan berbagai macam variabel seperti demografi, hingga perilaku belanjanya.

Saya mengamati, fenomena yang terjadi saat ini, ketika terjadi booming social media terutama Twitter dan Facebook, semua brand memusatkan alokasi budget iklannya ke sana. Benarkah itu pilihan yang tepat? Ketika Magnum banyak memanfaatkan Twitter untuk kampanye onlinenya, mungkin ini pilihan yang tepat karena produknya yang bersifat impulse buying. Tapi apakah kemudian orang akan berbondong membeli mobil Kijang Innova atau memesan kamar hotel setelah membaca di timeline Twitter ?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai alokasi budget iklan yang digunakan. Kita perlu memahami dulu apa saja tipe Targeted Ad, lalu memahami perilaku konsumen yang menggunakan medium tersebut, yang kemudian akan mempengaruhi keputusan kita dalam mengalokasikan budget sesuai dengan karakter produk yang kita pasarkan.

Paling tidak ada 3 tipe utama targeted Ad yang cukup populer dan dominan saat ini :

Sumber: Virtual.co.id/blog